Palopo

Sejumlah Warganet Bela Prof ER di Tengah Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

334
×

Sejumlah Warganet Bela Prof ER di Tengah Dugaan Kasus Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini

Palopo, Wijatoluwu.com – Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama oknum guru besar UIN Palopo berinisial Prof. ER terus menjadi perbincangan publik. Di tengah proses yang belum menghasilkan kesimpulan resmi, sejumlah alumni dan mahasiswa yang mengaku pernah berinteraksi langsung dengan Prof. ER angkat bicara melalui komentar di media sosial.

Mereka menyampaikan pengalaman personal selama menjalani proses akademik bersama yang bersangkutan. Pernyataan tersebut ramai dibagikan dan menuai perhatian publik, terutama karena disampaikan di tengah belum adanya hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang maupun kampus.

Salah satu komentar datang dari seorang alumni yang mengaku pernah dibimbing langsung oleh Prof. ER saat menyusun skripsi. Ia menilai pengalaman akademiknya menunjukkan sosok dosen yang baik dan berharap tuduhan yang beredar tidak terbukti.

“Beliau dosen pembimbing skripsi saya di tahun 2018. Saya kenal beliau orang baik. Semoga yang dituduhkan tidak benar,” tulis Nia Arni Zafeera dalam kolom komentar, Rabu (4/1/2026).

Selain itu, pandangan serupa juga disampaikan oleh pihak lain yang menilai tudingan yang beredar terlalu cepat disimpulkan tanpa menunggu proses penyelidikan. Ia menekankan pentingnya rasionalitas dan logika dalam menilai suatu dugaan yang belum diuji secara hukum.

“Prof ER saya kenal orang baik. Kalau mau macam-macam kenapa dengan orang pingsan. Orang sadar saja kok Prof ER bisa dia dapat tanpa susah. Irasional ini saya rasa,” tulis Muhammad Rasbi.

Komentar tersebut kemudian ditanggapi oleh warganet lain yang menyoroti fenomena penggiringan opini di ruang publik. Menurutnya, sebagian masyarakat dinilai terlalu terburu-buru menarik kesimpulan seolah-olah dugaan tersebut telah terbukti, padahal proses penyelidikan masih berjalan.

“Hasil penyelidikan juga belum keluar, jadi pengiringan isu bahwa beliau melakukan. Sebagian publik terburu-buru menyimpulkan bahwa beliau melakukan, padahal belum ada putusan hasil penyelidikan bahwa beliau bersalah,” ucap akun Syukri Wahid.

Sementara itu, pernyataan lain juga datang dari mantan mahasiswa pascasarjana yang mengaku pernah dibimbing Prof. ER dalam penyusunan tesis. Ia menggambarkan yang bersangkutan sebagai dosen yang teliti dan komunikatif selama proses akademik berlangsung.

“Prof. ER itu orang baik dan sangat teliti. Kalau bicara lembut, beliau dosen pembimbing tesis ku di IAIN,” kata Ekha Byshwa.

Beragam respons tersebut menunjukkan adanya perbedaan sikap di tengah masyarakat dalam menyikapi kasus yang masih berproses. Sejumlah pihak mengingatkan agar ruang publik tidak dijadikan arena penghakiman, sembari tetap mendorong agar setiap dugaan pelanggaran ditangani secara serius dan transparan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terkait hasil penyelidikan dugaan tersebut. Publik diimbau menghormati proses hukum dan mekanisme internal yang sedang berjalan, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah.

Tinggalkan Balasan