Luwu UtaraPeristiwa

Ambulans Jenazah Disebut Rusak Saat Diminta Jemput Korban Kecelakaan, Kapus Sukamaju Beri Klarifikasi

7
×

Ambulans Jenazah Disebut Rusak Saat Diminta Jemput Korban Kecelakaan, Kapus Sukamaju Beri Klarifikasi

Sebarkan artikel ini

Luwu Utara, Wijatoluwu.com – Peristiwa penolakan penggunaan mobil ambulans jenazah di Puskesmas Sukamaju menjadi sorotan setelah viral di media sosial.

Kejadian tersebut berkaitan dengan kecelakaan yang terjadi di Desa Tolangi, Kecamatan Sukamaju, Kabupaten Luwu Utara, Selasa (10/3/2026) malam.

Kepala Puskesmas Sukamaju, Asriani Idrus, SKM., S.Kep., Ners memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pada malam kejadian, salah satu keluarga korban kecelakaan datang ke Puskesmas Sukamaju untuk meminta bantuan mobil ambulans jenazah guna menjemput korban di tempat kejadian perkara (TKP).

“Tadi malam ada keluarga korban datang minta mobil jenazah, namun, sopir ambulans menyampaikan bahwa mobil ambulans jenazah dalam kondisi rusak berat,” ucapnya kepada awak media, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, sistem rem kendaraan mengalami masalah atau blong sehingga sopir khawatir jika tetap digunakan justru dapat menimbulkan kecelakaan baru di jalan.

“Rem mobil blong, sopir takut menggunakannya, takutnya menimbulkan masalah baru,” terangnya.

Setelah mendapatkan penjelasan tersebut, pihak keluarga korban kemudian meninggalkan Puskesmas tanpa menanyakan kembali apakah tersedia ambulans lain yang dapat digunakan.

Menanggapi hal itu, Kapus Sukamaju menegaskan bahwa pihaknya telah mengingatkan seluruh petugas agar tetap mengutamakan pelayanan kemanusiaan, terutama dalam kondisi darurat.

“Asalkan untuk menolong dan situasinya mendesak, kami sudah menghimbau kepada teman-teman agar ambulans tetap digunakan,” ujar Asriani.

Ia juga menegaskan bahwa Puskesmas Sukamaju sebenarnya masih memiliki ambulans yang dapat digunakan untuk pelayanan masyarakat.

“Mobil ambulans yang lain ada tapi keluarga korban langsung meninggalkan tempat. Prinsip kami di Puskesmas mengutamakan pelayanan kesehatan adalah memanusiakan manusia dan membantu masyarakat yang membutuhkan, terlebih dalam kondisi darurat seperti kecelakaan,” tutupnya.

Ia juga berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta menjadi bahan evaluasi agar pelayanan ke depan semakin baik.

Tinggalkan Balasan