Kriminal

Bentrok Remaja di Bua Kembali Memanas, Lemparan Batu dan Busur Teror Warga

9
×

Bentrok Remaja di Bua Kembali Memanas, Lemparan Batu dan Busur Teror Warga

Sebarkan artikel ini

LUWU, Wijatoluwu.com – Aksi bentrok antar remaja di Kecamatan Bua kembali pecah pada Kamis (26/3/2026) dini hari.

Insiden yang terjadi di perbatasan Desa Padang Kalua dan Kelurahan Sakti ini memicu keresahan warga karena berlangsung di kawasan permukiman padat penduduk.

Peristiwa tersebut terekam kamera CCTV di rumah Kepala Desa Padang Kalua sekitar pukul 03.15 WITA. Dalam rekaman, terlihat seorang pemuda mengenakan baju putih diduga sengaja memancing kelompok lain untuk melakukan penyerangan.

Ironisnya, kejadian ini terjadi di momentum Lebaran yang seharusnya menjadi ajang mempererat silaturahmi, namun justru berubah menjadi aksi saling serang antarpemuda.

Kepala Desa Padang Kalua, Umi, mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut kembali terulang. Usai kejadian, ia menemukan sejumlah benda berbahaya di sekitar rumahnya.

“Ini sangat mengganggu ketertiban warga. Di sekitar rumah saya ditemukan tiga anak panah (busur), satu di samping rumah dan dua di atas atap, serta batu,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menduga konflik ini merupakan lanjutan dari kasus lama yang melibatkan pemuda Desa Padang Kalua dan Desa Tanarigella yang sempat terjadi pada Oktober tahun lalu.

Menurut Umi, upaya perdamaian sebenarnya telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil. Ia pun menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak.

“Sudah pernah ada upaya mendamaikan kedua pihak, tetapi belum tuntas. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi semua pihak, terutama orang tua agar mengontrol anak-anaknya supaya tidak berkeliaran pada malam hari,” tegasnya.

Selain rekaman CCTV, kejadian ini juga sempat terekam dalam siaran langsung di akun TikTok bernama ARI yang kebetulan tengah berada di sekitar perempatan lampu merah Bua.

Dari rekaman tersebut, Umi mengaku mengenali salah satu pelaku yang diduga berasal dari Desa Tanarigella.

“Dari rekaman terlihat ada yang bertubuh gemuk dan menggunakan helm. Saya menduga itu salah satu warga dari Desa Tanarigella,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aksi serupa telah berulang kali terjadi. Meski sempat ditangani aparat kepolisian, kejadian tersebut dinilai belum memberikan efek jera.

“Sudah pernah ditangani polisi, bahkan ada yang diamankan. Tapi tetap saja terulang, masih sering terjadi aksi saling lempar,” ungkapnya.

Ia juga mengaku khawatir karena lemparan batu kerap mengenai atap rumah warga. Kondisi tersebut membuat warga merasa tidak aman, terutama bagi yang memiliki anak kecil.

“Kami takut karena lemparan batu sering mengenai atap rumah. Saya punya anak balita, jadi susah tidur kalau kejadian seperti ini,” keluhnya.

Sebelumnya, di lokasi yang sama juga pernah terjadi aksi ekstrem berupa pelemparan bom molotov ke rumah Kepala Desa Padang Kalua.

Peristiwa ini dinilai perlu menjadi perhatian serius aparat keamanan. Pasalnya, lokasi kejadian berada di sekitar Jalan Trans Sulawesi dan dekat dengan lapangan di kawasan padat penduduk, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat maupun pengendara yang melintas.(*)

Tinggalkan Balasan