Hukum

Keluhan Warga Viral, Dugaan Pelangsir Solar di SPBU Padang Alipan Menguat

6
×

Keluhan Warga Viral, Dugaan Pelangsir Solar di SPBU Padang Alipan Menguat

Sebarkan artikel ini

PALOPO, Wijatoluwu.com – Sebuah surat terbuka yang diunggah akun Facebook bernama Komitmen Bersama menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan warganet..

Dalam unggahan tersebut, masyarakat pengguna BBM jenis solar bersama sejumlah sopir pelintas menyampaikan keluhan serius terkait dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM di SPBU Padang Alipan.

Surat terbuka itu secara langsung ditujukan kepada Kapolres Palopo, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta insan media.

Melalui surat tersebut, pengunggah berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pihak berwenang terhadap kondisi yang dinilai merugikan masyarakat kecil, khususnya pengguna solar subsidi.

“Kami dari masyarakat pengguna BBM solar dan beberapa sopir pelintas memohon diberikan sanksi kepada pihak SPBU Padang Alipan yang melayani pengisian solar kepada mobil pelansir dengan pengisian ganda,” tulis akun tersebut, Kamis (26/4/2026).

Selanjutnya, dalam isi surat dijelaskan lebih rinci mengenai dugaan modus operandi yang terjadi, yakni adanya praktik pengisian berulang menggunakan barkod pada kendaraan yang sama. Praktik ini dinilai melanggar aturan distribusi BBM subsidi yang seharusnya dibatasi sesuai ketentuan.

“Pengisian ganda (dua kali barkod) dilakukan melebihi ketentuan kendaraan,” lanjutnya.

Tidak hanya menyoroti mekanisme pengisian, pengunggah juga mengungkapkan adanya indikasi transaksi dalam jumlah besar yang dinilai tidak wajar untuk kendaraan biasa.

Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik penyaluran BBM kepada pihak tertentu secara tidak sesuai aturan.

“Pengisian disebut mencapai Rp1,5 juta sampai Rp2 juta, termasuk adanya uang jasa pengisian sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu kepada petugas,” tambahnya.

Untuk memperkuat tudingan tersebut, pengunggah bahkan secara terbuka menantang pihak terkait agar turun langsung ke lokasi guna melakukan pengecekan, sebagai bentuk transparansi dan pembuktian atas informasi yang beredar di masyarakat.

“Kalau tidak percaya, silakan cek langsung ke SPBU,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan peringatan bahwa jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, maka mereka akan membawa isu tersebut ke tingkat yang lebih luas agar mendapat perhatian publik secara nasional.

“Jika hal ini terus terjadi, maka akan kami ekspose menjadi berita nasional,” demikian pernyataan dalam surat terbuka tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU Padang Alipan, kepolisian, maupun Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terkait dugaan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan