Palopo, Wijatoluwu.com – Wakil Wali Kota Palopo, Akhmad Syarifuddin yang akrab disapa Ome, kembali turun langsung memimpin penanganan sampah di wilayah Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur. Kegiatan ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), camat, lurah, hingga perangkat RT/RW setempat.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait penumpukan sampah di sejumlah titik. Ome terlihat memimpin langsung proses pembersihan sekaligus memastikan koordinasi lintas sektor berjalan maksimal di lapangan.
Saat dikonfirmasi, Ome menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu prioritas pemerintah kota yang harus segera ditangani secara konkret dan berkelanjutan. Ia menyebut kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami tidak ingin persoalan sampah ini berlarut-larut. Pemerintah harus hadir dan memastikan penanganannya berjalan dengan baik, mulai dari pengangkutan hingga kesadaran masyarakat,” ujar Ome, Selasa (24/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, upaya penanganan tidak akan maksimal tanpa dukungan aktif dari warga setempat.
“Kami melibatkan semua unsur, mulai dari DLH, camat, lurah, hingga RT/RW agar penanganannya lebih cepat dan terkoordinasi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ome turut mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terkait pengelolaan sampah. Ia berharap warga mulai lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.
“Kami berharap masyarakat juga ikut berperan aktif. Jangan lagi membuang sampah sembarangan, karena dampaknya kembali ke lingkungan kita sendiri,” harapnya.
Selain itu, ia memastikan bahwa pemerintah kota akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pengangkutan sampah, termasuk menambah armada jika diperlukan agar pelayanan bisa lebih optimal.
“Ke depan, kami akan evaluasi secara menyeluruh, termasuk kebutuhan armada dan sistem pengangkutan. Tujuannya agar persoalan seperti ini tidak terus berulang,” imbuhnya.







