Luwu Timur, Wijatoluwu.com – Pentas Seni Santri 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah Lauwo, Kabupaten Luwu Timur, berlangsung meriah dan menyedot perhatian ribuan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah syiar serta unjuk kreativitas para santri.
Acara yang dipusatkan di kompleks pesantren tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Hadir mewakili Bupati Luwu Timur, Sekretaris Daerah Dr. Ramadhan Pirade, M.Si., bersama anggota DPRD dari Dapil Wotu–Burau, Harisal dan Muh. Nur, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade menilai pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan kualitas yang tidak biasa. Ia menyebut, penyelenggaraan pentas seni tersebut bahkan sudah melampaui standar kegiatan tingkat daerah.
“Ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa. Pentas seni ini sangat spektakuler, bahkan bisa dikatakan sudah setara dengan acara tingkat provinsi atau nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi keterlibatan penuh para santri dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu mencetak generasi yang mandiri dan kreatif.
“Yang lebih membanggakan, seluruh kegiatan ini dikerjakan sendiri oleh para santri kelas XII Madrasah Aliyah,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai bagian dari syiar positif pesantren di tengah masyarakat. Selain itu, momentum ini dinilai mampu memperkenalkan Kabupaten Luwu Timur sebagai daerah yang mendukung pengembangan generasi muda berbasis nilai keagamaan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi syiar yang baik tentang pesantren dan Kabupaten Luwu Timur. Ini menunjukkan bahwa pesantren mampu melahirkan generasi kreatif, inovatif, dan berdaya saing,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Junaidiyah, Nurchalis Azis R, Lc., M.Pd., menjelaskan bahwa pentas seni santri merupakan ruang penting bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat citra positif pesantren.
Ia menyebut, selama ini masih ada anggapan keliru terkait dunia pesantren yang dianggap tertinggal di era modern.
“Pentas seni santri harus terus disupport sebagai wadah kegiatan yang mengarahkan energi anak muda ke hal-hal positif. Ini juga menjadi sarana dakwah kepada masyarakat bahwa anggapan pesantren kumuh dan ketinggalan zaman di era digital adalah keliru,” jelasnya.
Lebih jauh, Nurchalis menegaskan bahwa santri saat ini memiliki kemampuan bersaing yang tidak kalah dengan generasi di luar pesantren, termasuk dalam bidang seni dan kreativitas.
“Santri hari ini mampu bersaing dengan dunia luar, bahkan dalam hal kesenian dan kreativitas. Pesantren tidak boleh dimusuhi, tetapi harus diajak bahu-membahu dalam menjaga generasi masa depan agama,” tegasnya.
Pentas Seni Santri 2026 ini menampilkan beragam pertunjukan, mulai dari drama religi, tari kreasi, musik islami hingga berbagai penampilan kreatif lainnya. Seluruh rangkaian acara dipersiapkan secara mandiri oleh santri kelas XII Madrasah Aliyah.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Ribuan pengunjung memadati area pesantren dan memberikan apresiasi atas penampilan para santri.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan serta inspirasi bagi pesantren lain dalam mengembangkan potensi santri, sekaligus memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi yang religius, kreatif, dan berdaya saing.









