Palopo, WijaToLuwu.com — Kegiatan Kemah Film Sineas Muda sukses dilaksanakan pada 15–17 Mei 2026 sebagai upaya mendorong tumbuhnya ekosistem perfilman di kalangan pelajar Kota Palopo. Program ini diinisiasi oleh Potret Studio atas dukungan Kementerian Kebudayaan RI, LPDP, serta Dana Indonesiana.
Kegiatan ini melibatkan 30 pelajar dari 9 SMA/SMK se-Palopo yang mengikuti rangkaian pelatihan intensif mulai dari teori, praktik produksi film, hingga refleksi kreatif.


Narasumber utama, Benny Kadarhariarto, sineas asal Jakarta, berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang proses kreatif produksi film kepada para peserta.
Direktur Potret Studio, Beni S Toni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun fondasi ekosistem film di daerah.
“Kemah Film Sineas Muda hadir untuk mendorong ekosistem film di Palopo, khususnya di kalangan remaja, agar mereka memiliki ruang belajar, berkarya, dan berjejaring sejak dini,” ungkapnya.
Beni S Toni menambahkan bahwa kegiatan berlangsung di tiga lokasi berbeda sebagai bagian dari pengalaman belajar terpadu.
“Sesi teori di Universitas Mega Buana Palopo, tepatnya di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Mega Buana Palopo. Praktik produksi film di kawasan Istana Dari Luwu. Serta refleksi dan penutupan di Siguntu River Camp.”, terang Beni S Toni
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh akademisi, budaya, dan perfilman lokal, di antaranya Suwandi, Wakil Rektor Universitas Mega Buana Palopo. Turut hadir dalam Kemah film ini antara lain Achmad Sulfikar, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Palopo, Zulham Hafid, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Palopo dan Andi Sulolipu Sultani mewakili Sekretariat Kedatuan Luwu serta sejumlah sineas lokal Palopo.

Tiga film dokumenter berhasil diproduksi oleh peserta yang rata-rata masih berusia remaja ini. Tiga film ini mengangkat tema tentang Masjid Jami Tua, Badik Toddopuli Temmalara dan eksistensi warga Tionghoa di Palopo.
“Melalui Kemah Film Sineas Muda, diharapkan lahir generasi sineas muda Palopo yang mampu berkarya, mengangkat potensi lokal, serta memperkuat posisi daerah dalam peta perfilman Indonesia”, pungkas Beni S Toni.







