Uncategorized

Ribuan Gen-Z Merayakan La Galigo di Tana Bangkala

1
×

Ribuan Gen-Z Merayakan La Galigo di Tana Bangkala

Sebarkan artikel ini
Ribuan Gen-Z Merayakan La Galigo di Tana Bangkala

PALOPO, WIJATOLUWUCOM — Ribuan generasi muda memadati Taman I’M Palopo City dalam pergelaran budaya bertajuk “Merayakan I La Galigo” di kawasan bersejarah Tana Bangkala, Sabtu malam (17/10/2026). Pertunjukan ini berhasil mengemas nilai spiritualitas dan sejarah Kedatuan Luwu ke dalam sajian seni kontemporer yang relevan bagi Gen-Z.

Pemerintah Kota Palopo mengapresiasi penuh inisiatif Sanggar Seni Banoanta selaku penyelenggara. Staf Ahli Walikota Bidang Kesra, Taufiq Gurrachman, menegaskan bahwa pemanfaatan ruang sejarah seperti Tana Bangkala merupakan langkah konkret dalam pemajuan kebudayaan daerah.

“Tana Bangkala adalah tempat bersejarah, khususnya dalam pengukuhan Pajung Luwu. Dari tempat inilah kepemimpinan di Kedatuan Luwu diawali,” kata Taufiq saat membuka acara mewakili Wali Kota Palopo. Ia meminta pimpinan Sanggar Seni Banoanta, Samsi, untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas kegiatan ini pada masa mendatang.

Pimpinan Produksi, Akbar Faisal—yang akrab disapa Bugis—menjelaskan bahwa event ini merupakan bentuk kolaborasi antara seni, sejarah, dan kehidupan masyarakat modern. Berada di bawah skema Dana Abadi Kebudayaan Indonesia Raya kategori Pendayagunaan Ruang Publik Cagar Budaya, pergelaran ini mengusung tema Reimajinasi Tana Bangkala sebagai Ruang Seni dan Spiritual.

“Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa ruang bersejarah tidak seharusnya berhenti sebagai peninggalan masa lalu, melainkan harus tetap hidup sebagai tempat berkumpul, berkarya, dan berdialog,” ujar Bugis di hadapan sekitar 2.000 penonton.

Rangkaian acara diawali dengan heritage walking tour, diskusi budaya, orkes musik, pertunjukan perkusi, serta pembacaan puisi. Puncak pergelaran ditutup dengan tari kontemporer “Manurungna ri Tompotikka” karya koreografer Fey Farhan, yang mengadaptasi episode kehidupan Batara Lattu dan We Nyili Timo hingga kelahiran kembar emas Sawerigading dan We Tenri Abeng.

Acara ini turut dihadiri Pamong Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palopo Andi Sulolipu Sulthani, Ketua Dewan Kesenian Kota Palopo Wahyu Patauri Sibenteng, Tokoh Adat Tomakaka Battang Hasnawir Badrun, serta Sekretaris Forum Kota Kreatif Palopo Muhammad Fajrin.

Tinggalkan Balasan