Palopo

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen UIN Palopo Klarifikasi Kronologi

4222
×

Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Oknum Dosen UIN Palopo Klarifikasi Kronologi

Sebarkan artikel ini

Palopo, Wijatoluwu.com – Terduga pelaku dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen UIN Palopo berinisial ER membantah dugaan perbuatan asusila yang dilaporkan oleh terduga korban SK. Ia menyebut informasi yang berkembang tidak menggambarkan situasi sebenarnya di lokasi kejadian.

“Empat orang ka sama itu yang pingsan. Bukan berduaan, ada juga perempuan di sana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, situasi di dalam ruko saat itu terdiri dari empat orang. Dia menekankan bahwa ada lebih dari satu perempuan di lokasi, sehingga menurutnya tidak benar jika disebut hanya terduga pelaku dan korban berada dalam ruko tersebut.

“Jadi saya berempat di situ dalam ruko dan ada satu perempuan. Jadi dua orang ceritanya ini perempuan. Kemudian itu kabonya di luar terbuka jadi saya letakkan dan saya keluar tutupkan itu kabonya karena banyak uangnya nabilang itu temannya,” katanya.

ER juga memaparkan bahwa sempat ada aktivitas keluar-masuk ruko karena dirinya bersama satu pria lain menutup lemari (kabo) yang disebut dalam kondisi terbuka. Setelah itu, ia kembali masuk ke dalam ruko untuk mengambil barang miliknya.

“Keluarlah kami dua orang yang laki-laki itu untuk tutup itu kabo. Setelah kami tutup itu kabo, saya masuk lagi. Saya lihat masuk lagi dan masuk mobil. Kemudian saya ke mobil ambil paket ku dan saya bawa masuk,” ungkapnya.

Terkait tuduhan adanya sentuhan yang dinilai tidak pantas, ia menyebut tindakannya saat itu murni karena mengira korban mengalami kondisi darurat medis. Ia mengaku melihat adanya luka pada tangan korban dan menduga terjadi pendarahan sehingga mencoba memberikan pertolongan.

“Saya liat itu tangannya teriris-iris, dan itu tidak muncul di media bahwa tangannya itu teriris-iris. Saya pikir itu pendarahan. Sebagai pertolongan menurut saya pertolongan medis saya kira benar, ternyata inilah yang salah. Saya singkap jilbabnya, waktu saya angkat, bajunya terangkat, itulah saya perbaiki dan saya sama dengan satu orang lagi perempuan keponakan saya yang tinggal di situ ruko,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan