Strategi Pengembangan SDM Pada Organisasi

Penulis : Agus Salim (Mahasiswa MPI IAIN Palopo)

Wijatoluwu.com — Apa kita sering mendengar kata Sumber Daya Manusia atau SDM. Apa sebenarnya SDM itu ? SDM adalah individu produktif yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik itu di instansi maupun perusahaan.

IKLAN

Pengembangan SDM dapat diartikan usaha serta aktifitas yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan dalam waktu tertentu demi meningkatkan keahlian serta keterampilan sumber daya manusianya.

Pengembangan SDM adalah suatu usaha untuk meningkatkan keterampilan teknis teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan atau jabatan melalui pendidikan dan pelatihan. Malayu Hasibuan (2005)

SDM mencakup daya nalar dan saya fisik yang ada pada setiap individu, karena SDM menjadi kunci utama dalam pengembangan organisasi atau perusahaan agar terus berjalan dinamis.

Saat ini, kita banyak menyaksikan strategi organisasi atau perusahaan dalam mengembangkan Sumber Daya Manusianya. Kegiatan seperti Pelatihan atau training, pendidikan, magang menjadi salah satu pemenuhan kapasitas dalam pengembangan SDM.

Beberapa strategi pengembangan SDM yang coba penulis rangkum, diantaranya adalah :

  1. Studi Banding
    Metode studi banding adalah jenis pengembangan SDM dengan cara melihat sistem kerja perusahaan kita, dengan sistem kerja yang berlaku di tempat lain. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran perusahaan tersebut guna membandingkan dengan perusahaan kita.
  2. Coaching
    Metode ini merupakan jenis metode pelatihan atau pembimbingan. Dimentori oleh seseorang yang jauh lebih berpengalaman. Tujuannya guna lebih mengasah kemampuan karyawan dalam bidangnya.
  3. Rotasi Kerja
    Kita sering menemukan adanya karyawan yang kurang memberikan hasil maksimal pada pekerjaannya. Organisasi perlu mengetahui apa penyebabnya. Bisa saja tekanan terlalu besar, kejenuhan maksimal, atau justru adanya ketidaksesuaian dalam tim.

Rotasi kerja bisa mengukur serta memberi kesempatan kepada karyawan untuk merasakan tempat kerja yang berbeda, ketika kita melihat karyawan tidak cocok di devisi yang saat ini ia geluti, maka langkah perusahaan adalah menempatkan karyawan tersebut di devisi yang lain, yang tepat pada dirinya.